Senin, 23 April 2018

"Terima Kasih"

Waktu masih usia belia aku ingin menjadi orang dewasa 
tapi kini menjadi dewasa adalah hal yang paling menakutkan 
seram sekali memikirkan proses menadi tua. 
tapi itulah hidup proses berubah. 

Seperti hati ini yang sempat dilahirkan kembali 
dan damatikan karena kekecewaan yang berat 
dan harus dimatikan kembali. 
tunggu dulu agak cepat menceritakan endingnya. 

Tragis sekali penulis didunia meninggalkan 
bab terakhir setelah bab pertama, 
pembacanya pasti akan kebingungan. 
walaupun lebih baik kebingungan daripada mengetahui kebenaran. 

Apa kabar? Tak terasa lama kita tak jumpa.
Saling sapapun tidak. Aku maklumi itu semua.
Aku menghargai kehidupanmu dan kamu? Entahlah. Masih peduli dgn hidupku atau tidak?

Mungkin kamu akan bertanya mengapa aku menulis in semua.
Jika kamu mengira, aku ingin mencuri perhatianmu, tentu tidak. Untuk apa?
Jika kamu mengira aku mendramatisir keadaan, tidak sama sekali .
Aku menulis semua in hanya karena rindu.
Tak pernah kau merasakannya juga?
Aku harap kamu sempat merindukanku, walaupun hanya semalam.

Setidaknya kamu ingat,bagaimana aku tertawa lalu menangis.
Setidaknya kamu mengingat susahnya usaha dan mudahnya menyerah.
Aku masih ingat betapa lucunya saat pertama kali aku melihatmu.
Kita terlihat canggung, Tapi Kita tersenyum setelah itu.

Untuk kamu yang sempat hadir.
Maaf membuatmu muak, dengan sikapku yang kekanakan2.
Yang sering mengeluh,yang sering berdrama dgn segala masalah. 
Kamu selalu mengingatkanku.
Dan lagi, aku terlambat menyadarinya. 

Aku tahu aku salah,
tp siapa peduli saat itu yang ku tau cinta itu menyakitkan saat kamu pergi.
Itu saja,bodoh? Iya sangat bodoh, kadang akupun hanya tertawa bila mengingatnya.
Perjalanan kita amat sangat lucu ternyata

Hmm

Aku ingat kita memulai dgn cara yg salah entah aku atau kamu.
Tp aku tak ingin menyalahkan siapapun, 
karena urusan perasaan semua orang ingin benar. 
Meskipun dgn kebohongan dan buaian cukup aku saja yg tau maksud semuanya.

Perjalanan kadang membuat terbang lalu jatuh 
dan terimakasih kamu telah menjadi perjalananku.

Kedatanganmu adalah suatu pelepas penat dari keadaan yang sulit. sebelumnyakupukir akulah sebuah rumah untukmu berlabuh.
Namun semua sirna ketika kau tak lagi menyapa. 
tampa ada sepatah kata. 
tanpa sebuah penjelasan begitukah caramu meninggalkan 
jika itu yang terbaik bagimu maka aku akan berjalan pasti.
untuk menahan rasa yang sudah terlampau untuk "terlanjur"

Hidup kadang terasa manis seperti gulali yang aku beli disekolahan tetapi juga kadang pahit seperti saat tak sengaja mengisap ampas kopi.
Dan kamu menjadi keduanya disaat bersamaan. 

Sekali lagi terima kasih untuk pernah hadir, lalu pergi.
Dan untuk sempat memulai lalu mengakhiri. 

Aku tadi bilang bahwa aku merindukanmu? .
Tp setelah aku menulis ini semua,
Aku tak lagi merasakannya.
Aku sedang tersenyum.
Percayalah aku bahagia.

Tak perlu aku yang merindukanmu lagi.
Tugasku sudah cukup.
Tugasku pergi lalu menghilang. 

Dannn 

Untuk tak saling mengenal itu lebih baik, mungkin ? 
Hehe aku hanya bercanda.
Aku tidak kenak2kan lagi 
aku hanya berharap aku dan kamu baik2 saja. 
Kita bahagia bersama.
Dijalan yg berbeda.
Harapan terakhirku adalah aku dapat bertemu kamu.
Dengan senyuman tak ada lagi kecangungan lalu berbincang. 

Dan aku mengenalkan seseorang padamu dan begitu pula sebaliknya.
Iya seseorang yang membuat ku tersenyum 
setelah kamu membuatku menangis.
Dan kamu Mengenalkan padaku seseorang yg kamu ajak tersenyum, 
ketika aku sedang menangis. 
Terima kasih 😊


Tidak ada komentar:

Posting Komentar